Kacang Atom dan Kacang Sukro

Kacang Atom dan Kacang Sukro

Seingat saya, ketika saya masih duduk di bangku SMP, nama kacang atom sudah dikenal sebagai jajanan sekolah. Baik kacang atom maupun kacang sukro, seingat saya, sudah ada sejak sekitar tahun 1970-an. Bahkan ada orang asal Tegal-Jawa Tengah yang bilang bahwa kacang atom sudah ada sejak tahun 1960-an, dan dibuat pertamakali oleh Yu Jamilah. Ada lagi yang bilang, penganan itu sudah ada sejak jaman penjajahan Jepang, karena waktu itu tentara Jepang suka dengan penganan yang bentuknya kecil-kecil.

Kemarin, ketika saya membeli sebungkus kacang atom dengan kemasan warna kuning, saya agak terkejut, karena kacang atom yang ada di dalamnya tidak seperti perkiraan saya. Kacang atom di dalamnya berwarna putih…!

Saya jadi bingung, mana yang bener ya? Kacang atom itu berwarna coklat atau putih. Selama ini, saya berpikiran kacang atom itu warnanya coklat, dibalut dengan adonan dari tepung terigu dan telur; sedangkan yang putih itu kacang sukro, dibalut dengan adonan dari tepung tapioka. Ada juga orang yang menyebutnya kacang telur, untuk kacang yang warna coklat itu. Masalahnya, perusahaan besar di Indonesia, sudah memberi nama kacang atom, untuk kacang yang putih itu.

Benarkah kacang atom itu merk dagang? Kalau benar, maka tidak perlu mempermasalahkan yang coklat dan putih lagi. Buat saya, mungkin saya harus lekas-lekas mencabut resep “Kacang Atom” yang saya tulis di sini. Atau mungkin ada baiknya kalau nama resepnya saya ubah menjadi resep “Kacang Telur” saja, karena orang lebih mengenalnya sebagai kacang telur.

Tanpa ingin mempengaruhi opini Anda, saya persilakan Anda untuk memberikan pendapat, mana yang kacang atom, kacang sukro, maupun kacang telur.

Rujukan utama saya:
1. Wikipedia Indonesia – draft
2. Pikiran Rakyat, ‘Awalnya, Memenuhi Selera “Wong” Jepun’.
3. Fahmina, artikel yang serupa dengan (2).
4. Bisnis Indonesia, Garuda dan Kelinci berebut kacang atom.
5. Deperind, Garudafood & Dua Kelinci islah soal merek katom.


Leave a Reply