Manalagi Yang Asem
Di depan rumahku ada pohon mangga Manalagi. Pohon ini sudah berumur sekitar 5 tahun. Kali ini sudah mencapai tahun kedua masa berbuah.
Berbeda dengan pohon mangga jenis lainnya, pohon yang ini masa berbuahnya lebih lama. Malahan mungkin berbuah terus-menerus, tidak kenal musim.
Dulu, waktu saya menanam pohon ini, berharap mendapatkan buah yang manis. Apalagi sepengetahuanku selama ini, buah manalagi yang masih muda pun rasanya manis. Tapi sampai saat ini, kenyataan yang saya dapat, buahnya rasanya asem, kecut. Setelah saya peram beberapa hari pun, masih tetap asem, walaupun sudah berkurang. Mau ditebang lagi pohonnya, sayang juga karena saya sudah merawatnya selama 5 tahun.
Setelah dipikir-pikir, manfaat apa lagi yang bisa saya peroleh dari buah manalagi yang asem ini. Selain tentunya beberapa orang tetangga rumah ada yang berminat, termasuk anak-anak kecil yang suka lewat di depan rumah. Isteri dan anak saya masih suka untuk dibuat rujak.
Sementara ini, idea yang terlintas dibenak saya adalah dibuat sambal mangga. Silakan dicoba sambal mangganya.



